Pengaruh Metode Pengeringan Daun Karika (Vasconcellea pubescens A.DC) Terhadap Kadar Total Flavonoid

Authors

  • Riska Fitria Ningsih penulis
  • Rani Prabandari Universitas Harapan Bangsa
  • Galih Samodra Universitas Harapan Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.56359/pharmgen.v1i01.145

Keywords:

metode pengeringan, daun karika, kadar total flavonoid

Abstract

Pendahuluan: Tanaman karika ( Vasconcellea pubescens A.DC) merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di kawasan dataran tinggi Dieng yang berada di Kabupaten Wonosobo. Tanaman ini satu genus dengan pepaya. Pada salah satu bagian tanaman karika yaitu pada daun memiliki kandungan senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar total flavonoid salah satunya adalah metode pengeringan.

 Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kadar total flavonoid daun karika dengan menggunakan metode pengeringan yang berbeda.                                                                                                                  

Metode: Pada penelitian ini metoda pengeringan yang digunakan yaitu sinar matahari langsung, diangin-anginkan dan oven pada suhu 45 ºC, kemudian hasil yang didapatkan dianalisis menggunakan SPPS uji ANOVA untuk melihat adanya pengaruh yang signifikan atau tidak pada metode pengeringan yang digunakan.

Hasil: Hasil penelitian bahwa kadar total flavonoid pada ekstrak daun karika dengan metode pengeringan sinar matahari langsung diangin-anginkan dan oven pada suhu 45 ºC secara bertutut-turut sebesar 5,91 mgQE/g ekstrak, 7,85±0,053 mgQE/g ekstrak dan 7,15 mgQE/g ekstrak. Dari hasil analisis data oneway ANOVA didapatkan nilai sig sebesar 0,00 (<0,05) artinya metode pengeringan sangat mempengaruhi kadar total flavonoid

Kesimpulan: berdasarkan latar belakang tersebut dapat disimpulkan bahwa kadar total flavonoid tertinggi didapatkan pada metode pengeringan diangin-anginkan

References

Apsari, D. P., Aprilianto, M. N., Luh, D. N., & Widayanto Ni Putu. (2021). Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Senyawa Bioaktif Dan Aktivitas Antioksidan Pada Herba Suruhan (Peperomia pellucida L.). Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 6(2), 302–311.

Ariani, N., Musiam, S., Niah, R., & Febrianti, D. R. (2022). Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Etanolik Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill .) dengan Spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Pharmascience, 9(1), 40–47.

Depkes RI. (1985). Cara Pembuatan Simplisia.

Dharma, M. A., Nocianitri, K. A., & Yusasrini, N. L. A. (2020). Pengaruh Metode Pengeringan Simplisia Terhadap Kapasitas Antioksidan Wedang Uwuh. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan (ITEPA), 9(1), 88. https://doi.org/10.24843/itepa.2020.v09.i01.p11

Fitria, V., Ismail, R., & Nugraha, D. (2017). Uji Aktivitas Mukolitik Infusa Daun Karuk (Piper Sarmentosumroxb. Ex. Hunter) Pada Mukus Usus Sapi Secara In VitrO. DII Farmasi Stikes Muhammadiyah: Ciamis.K. D. NM Mertaniasih, E Mudihardi, BK Eko, N Wiqoyah, “Kepekaan Mikroba dari Acne Vulgaris Terhadap Beberapa Antibiotika.,” mEDIA idi, vol. 21, no. 2, pp. 9–11, 1996.

Hasan, H., Thomas, N. A., Taupik, M., & Potabuga, G. (2022). Efek Antelmintik Ekstrak Metanol Kulit Batang Nangka ( Artocarpus heterophyllus ) terhadap Cacing Ascaris lumbricoides. Journal Syifa Sciences and Clinical Research (JSSCR), 4, 244–250.

Indranila, & Ulfah, M. (2015). Uji Aktifitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Carica (Carica Pubescens) Dengan Metode DPPH Berserta Identifikasi Senyawa Alkaloid, Fenol dan Flavonoid. 3, 105–111.

Laily, A. N., Suranto, & Sugiyarto. (2012). Karakterisasi Carica pubescens di dataran tinggi dieng, Jawa tengah berdasarkan sifat morfologi antioksidan, dan pola pita protein. Nusantara Bioscience, 4, 16– 21.

Lindawati, N. Y., & Ma’ruf, S. H. (2020). Penetapan Kadar Total Flavonoid Ekstrak Etanol Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) Secara Spektrofotometri Visibel. Jurnal Ilmiah Manuntung, 6(1), 83. https://doi.org/10.51352/jim.v6i1.312

Nugraha, D. (2015). Efek Antihiperglikemik Ekstrak Etanol Dan Ekstrak Heksan Biji Petai Cina (Leucaena Glauca, Benth) Pada Tikus Putih Jantan Diabetes Yang Diinduksi Aloksan (Doctoral Dissertation, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta).

Minarno, E. B. (2016). Analisis Kandungan Saponin Pada Daun Dan Tangkai Daun Carica pubescens Lenne & K. Koch. El–Hayah, 5(4), 143. https://doi.org/10.18860/elha.v5i4.3470

Ningsih, A. W., Nurrosyidah, I. H., & Hisbiyah, A. (2018). Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi Rimpang Kunyit (Curcuma domestica) Terhadap Rendemen dan Skrining Fitokimia. Journal of Pharmaceutical-Care Anwar Medika, 2(2), 49–57. https://doi.org/10.36932/jpcam.v2i2.27

Priamsari, M. R., & Danti, P. M. (2022). Pengaruh metode pengeringan terhadap kadar total fenolik ekstrak daun singkil (Premna corymbose rottl et wild). Indonesian Journal on Medical Science, 9(1), 65–69.

Sari, A. K., & Ayuchecaria, N. (2017). Penetapan Kadar Fenolik Total dan Flavonoid Total Ekstrak Beras Hitam (Oryza Sativa L) dari Kalimantan Selatan. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 2(2), 327–335.

Senduk, T. W., Montolalu, L. A. D. Y., & Dotulong, V. (2020). The rendement of boiled water extract of mature leaves of mangrove Sonneratia alba. Jurnal Perikanan Dan Kelautan Tropis, 11(1), 9. https://doi.org/10.35800/jpkt.11.1.2020.28659

Wowor, M. G. G., Tampara, J., & Saogo, S. P. (2022). Skrining Fitokimia dan Uji Antibakteri Masker Peel-Off Ekstrak Etanol Daun Kalu Burung ( Barleria prionitis L .) Phytochemical Screening and Antibacterial Test of Peel-Off Mask with Ethanol Extracts of Kalu Burung Leaves ( Barleria prionitis L .). 22(April), 75–86.

Downloads

Published

20-10-2022

How to Cite

Ningsih, R. F., Prabandari, R. ., & Samodra, G. (2022). Pengaruh Metode Pengeringan Daun Karika (Vasconcellea pubescens A.DC) Terhadap Kadar Total Flavonoid. Pharmacy Genius, 1(1), 19–26. https://doi.org/10.56359/pharmgen.v1i01.145