Penentuan Kadar Fenolik Total dan Flavonoid Total sebagai Senyawa Bioaktif pada Ekstrak Akar Valerian (Valeriana officinalis)

Authors

  • Annysa Ellycornia Silvyana Universitas Esa Unggul, Jakarta, Indonesia
  • Ilham Alifiar Universitas Esa Unggul, Jakarta, Indonesia
  • Syuhada Syuhada Universitas Esa Unggul, Jakarta, Indonesia
  • Afifah Kusuma Vardhani Universitas Esa Unggul, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56359/pharmgen.v5i3.1211

Keywords:

Ekstraksi, fenolik total, flavonoid total, Ultrasonic Assisted Extraction, valeriana officinalis;

Abstract

Pendahuluan: Valeriana officinalis L. merupakan tanaman obat yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber bahan baku herbal karena mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk fenolik dan flavonoid. Kandungan senyawa tersebut berkaitan dengan aktivitas antioksidan sehingga penetapan kadar fenolik total dan flavonoid total penting dilakukan sebagai bagian dari karakterisasi mutu ekstrak. Efektivitas ekstraksi dipengaruhi oleh polaritas pelarut dan metode ekstraksi yang digunakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar fenolik total dan flavonoid total ekstrak akar V. officinalis yang diperoleh melalui ekstraksi bertingkat menggunakan pelarut dengan tingkat polaritas berbeda serta menentukan pelarut yang menghasilkan kadar senyawa bioaktif tertinggi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi akar V. officinalis dilakukan menggunakan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Kadar fenolik total ditentukan menggunakan metode Folin–Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar, sedangkan kadar flavonoid total ditentukan menggunakan metode kompleksasi AlCl₃ dengan kuersetin sebagai standar. Pengukuran dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis. Data disajikan dalam bentuk nilai rata-rata ± standar deviasi dan dianalisis berdasarkan kurva kalibrasi serta perbandingan kadar antar ekstrak. Hasil: Kurva kalibrasi asam galat menghasilkan persamaan y = 0,0227x − 0,3472 dengan R² = 0,9997. Kadar fenolik total ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol 96% berturut-turut sebesar 65,45 ± 0,32; 71,68 ± 0,20; dan 76,90 ± 0,36 mg GAE/g. Kurva kalibrasi kuersetin menghasilkan persamaan y = 0,0069x + 0,0875 dengan R² = 0,9998. Kadar flavonoid total berturut-turut sebesar 77,97 ± 0,32; 105,72 ± 0,75; dan 114,46 ± 0,24 mg QE/g. Etanol 96% menghasilkan kadar tertinggi. Kesimpulan: Etanol 96% merupakan pelarut paling efektif dalam menghasilkan ekstrak akar V. officinalis dengan kadar fenolik dan flavonoid tertinggi. Hasil ini dapat menjadi dasar pemilihan pelarut pada standardisasi ekstrak dan pengembangan bahan baku herbal dalam bidang kefarmasian.

References

Azmir, J., Zaidul, I. S. M., Rahman, M. M., Sharif, K. M., Mohamed, A., Sahena, F., Jahurul, M. H. A., Ghafoor, K., Norulaini, N. A. N., & Omar, A. K. M. (2013). Techniques for extraction of bioactive compounds from plant materials: A review. Journal of Food Engineering, 117(4), 426–436. https://doi.org/10.1016/j.jfoodeng.2013.01.014

Chemat, F., Rombaut, N., Sicaire, A.-G., Meullemiestre, A., Fabiano-Tixier, A.-S., & Abert-Vian, M. (2017). Review of green food processing techniques. International Journal of Molecular Sciences, 18(4), 708. https://doi.org/10.3390/ijms18040708

Dai, J., & Mumper, R. J. (2010). Plant phenolics: Extraction, analysis and their antioxidant and anticancer properties. Molecules, 15(10), 7313–7352. https://doi.org/10.3390/molecules15107313

European Medicines Agency. (2016). Assessment report on Valeriana officinalis L., radix. Committee on Herbal Medicinal Products.

Khoddami, A., Wilkes, M. A., & Roberts, T. H. (2013). Techniques for analysis of plant phenolic compounds. Molecules, 18(2), 2328–2375. https://doi.org/10.3390/molecules18022328

Neimkhum, W., Anuchapreeda, S., Lin, W. C., Lue, S. C., Lee, K. H., & Chaiyana, W. (2021). Effects of carissa carandas linn. Fruit, pulp, leaf, and seed on oxidation, inflammation, tyrosinase, matrix metalloproteinase, elastase, and hyaluronidase inhibition. Antioxidants, 10(9). https://doi.org/10.3390/antiox10091345

Panche, A. N., Diwan, A. D., & Chandra, S. R. (2016). Flavonoids: An overview. Journal of Nutritional Science, 5, e47. https://doi.org/10.1017/jns.2016.41

Shahidi, F., & Ambigaipalan, P. (2015). Phenolics and polyphenolics in foods, beverages and spices: Antioxidant activity and health effects—A review. Journal of Functional Foods, 18, 820–897. https://doi.org/10.1016/j.jff.2015.06.018

World Health Organization. (2013). WHO traditional medicine strategy: 2014–2023. World Health Organization.

Wu, C.-R., Lee, S.-Y., Chen, C.-H., & Lin, S.-D. (2023). Bioactive Compounds of Underground Valerian Extracts and Their Effect on Inhibiting Metabolic Syndrome-Related Enzymes Activities. Foods,. https://doi.org/10.3390/foods12030636

Downloads

Published

30-10-2026

How to Cite

Silvyana, A. E. ., Alifiar, I. ., Syuhada, S., & Vardhani, A. K. . (2026). Penentuan Kadar Fenolik Total dan Flavonoid Total sebagai Senyawa Bioaktif pada Ekstrak Akar Valerian (Valeriana officinalis). Pharmacy Genius, 5(3), 242–254. https://doi.org/10.56359/pharmgen.v5i3.1211