Analisis Most Probable Number Cemaran Coliform pada Air Minum dalam Kemasan di Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.56359/pharmgen.v5i3.1208Keywords:
air minum dalam kemasan, Coliform, Escherichia coli, indeks MPN, Most Probable NumberAbstract
Pendahuluan: Air minum dalam kemasan (AMDK) dikonsumsi langsung tanpa pengolahan lanjutan karena dipersepsikan bebas cemaran, padahal kontaminasi mikrobiologis masih dapat terjadi pada tahap pengisian, distribusi, maupun penyimpanan di gerai penjualan. Bakteri Coliform digunakan sebagai indikator sanitasi karena keberadaannya menandakan terbukanya jalur masuk mikroorganisme patogen.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui keberadaan, tingkat cemaran, dan dugaan jenis bakteri Coliform pada AMDK yang beredar di wilayah Jakarta.
Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan laboratorik terhadap 66 sampel AMDK dari merek berbeda yang diambil secara purposive sampling dari gerai ritel. Pemeriksaan menggunakan metode Most Probable Number seri 3-3-3, meliputi uji pendugaan pada Lactose Broth, uji penegasan pada Brilliant Green Lactose Bile Broth, serta uji pelengkap pada Eosin Methylene Blue Agar dan MacConkey Agar yang dilanjutkan pewarnaan Gram. Data dianalisis secara deskriptif, dilengkapi interval kepercayaan 95% metode skor Wilson dan uji eksak Fisher.
Hasil: Sebanyak 7 dari 66 sampel positif tercemar Coliform, yaitu 10,6% (interval kepercayaan 95%: 5,2-20,3%), dengan indeks MPN 3 sampai 150 per 100 mL dan nilai tengah 4 per 100 mL. Lima sampel berada pada ambang deteksi metode dan satu sampel mencapai 150 per 100 mL. Enam dari tujuh sampel positif menghasilkan koloni berkilap hijau metalik pada Eosin Methylene Blue Agar disertai batang Gram negatif, sehingga diduga tercemar Escherichia coli (9,1%; interval kepercayaan 95%: 4,2-18,4%). Proporsi cemaran tidak berbeda bermakna dibandingkan laporan pada AMDK di wilayah lain (p = 1,000), tetapi lebih rendah secara bermakna dibandingkan air minum isi ulang (p < 0,001).
Kesimpulan: Seluruh sampel positif tidak memenuhi baku mutu total Coliform sebesar 0 per 100 mL. Status kemasan tersegel tidak menjamin produk bebas cemaran, sehingga pengawasan mutu perlu diperluas hingga rantai distribusi dan penyimpanan di tingkat pengecer. Bagi praktik kefarmasian dan pelayanan kesehatan, temuan ini relevan karena AMDK lazim digunakan sebagai pelarut sediaan oral dan pendamping konsumsi obat.
References
Amelia, F. (2019). Identifikasi bakteri Coliform pada air minum dalam kemasan (AMDK) yang diproduksi di Kota Batam. Simbiosa, 8(1), 85-92. https://doi.org/10.33373/sim-bio.v8i1.1907
Anisafitri, J., Khairuddin, K., & Rasmi, D. A. C. (2020). Analisis total bakteri Coliform sebagai indikator pencemaran air pada Sungai Unus Lombok. Jurnal Pijar MIPA, 15(3), 266-272. https://doi.org/10.29303/jpm.v15i3.1622
Ardilla, A., Effendi, D. I., & Sari, D. V. (2025). Analisis mikrobiologis air minum isi ulang: Identifikasi kontaminasi Coliform dan Escherichia coli di Hagu Barat Laut Kota Lhokseumawe. Aceh Journal of Health Innovation, 2(1), 1-9.
Arumsari, F., Joko, T., & Darundiati, Y. H. (2021). Hubungan higiene sanitasi depot air minum dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada air minum isi ulang di Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(2), 75-82. https://doi.org/10.14710/mkmi.20.2.75-82
Astuti, R. A. W., Romaidha, I., & Sobirin, M. (2024). Pemeriksaan Most Probable Number (MPN) pada air minum isi ulang gratis di Kotawaringin Barat. Jurnal Borneo Cendekia, 8(1), 91-101.
Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2019). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 13 Tahun 2019 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam pangan olahan. Jakarta: BPOM RI.
Daramusseng, A., & Syamsir, S. (2021). Studi kualitas air Sungai Karang Mumus ditinjau dari parameter Escherichia coli untuk keperluan higiene sanitasi. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 1-6. https://doi.org/10.14710/jkli.20.1.1-6
Gitawama, M. R. B., Suharti, N., & Harminarti, N. (2021). Identifikasi bakteri Escherichia coli dalam air minum galon pada kantin yang ada di Universitas Andalas Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 10(1), 23-28. https://doi.org/10.25077/jka.v10i1.1507
Hamad, A. A., Sharaf, M., Hamza, M. A., Selim, S., Hetta, H. F., & El-Kazzaz, W. (2022). Investigation of the bacterial contamination and antibiotic susceptibility profile of bacteria isolated from bottled drinking water. Microbiology Spectrum, 10(1), e01516-21. https://doi.org/10.1128/spectrum.01516-21
Hardiana, H., Safrida, Y. D., & Zarwinda, I. (2023). Uji cemaran bakteri Coliform pada air minum isi ulang dari depot air di Kelurahan Lamgarot Aceh Besar. Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam, 3(1), 44-52. https://doi.org/10.56690/jskd.v3i1.77
Hastiaty, I. A., Kusnoputranto, H., Utomo, S. W., & Handoyo, E. (2023). Pemeriksaan kualitas air minum PDAM Tirta Benteng, Kota Tangerang. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 5(2), 463-473.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang kesehatan lingkungan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Khairunnida, G. R., Rusmini, H., Maharyuni, E., & Warganegara, E. (2020). Identifikasi Escherichia coli penyebab waterborne disease pada air minum kemasan dan air minum isi ulang. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 634-639. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.370
Lamusu, Z., Mayang, W. W. T., & Madraka, F. (2025). Evaluasi kualitas air minum isi ulang di beberapa titik DAMIU sebagai upaya menjamin keamanan konsumen. Jurnal Entropi, 20(2), 69-78. https://doi.org/10.34312/je.v20i2.33493
Meylani, V., & Putra, R. R. (2019). Analisis E. coli pada air minum dalam kemasan yang beredar di Kota Tasikmalaya. Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi, 5(2), 121-125.
Muzafri, A., & Alfiah, L. N. (2021). Deteksi kehadiran mikroba indikator Coliform pada air minum isi ulang di Kelurahan Tambusai Tengah, Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Sungkai, 9(2), 28-33.
Nurkhalisa, N., & Hikmah, A. M. (2024). Analisis cemaran bakteri Coliform dengan metode Most Probable Number (MPN) pada air minum isi ulang di Kelurahan Rawa Buaya. Jurnal Medical Laboratory, 3(1), 41-52. https://doi.org/10.57213/medlab.v3i1.225
Putri, I., & Priyono, B. (2022). Analisis bakteri Coliform pada air minum isi ulang di Kecamatan Gajahmungkur. Life Science, 11(1), 89-98.
Sabila, N. M., & Setyaningrum, D. (2023). Analisis Coliform dan colifecal pada air dari berbagai sumber menggunakan metode MPN (Most Probable Number). Jurnal Kimia dan Rekayasa, 3(2), 54-60.
Safitri, L., & Djasfar, S. P. (2023). Analisis cemaran bakteri E. coli pada air kolam renang umum di Kabupaten Tangerang dengan metode MPN (Most Probable Number). Jurnal Medical Laboratory, 2(2), 9-17.
Saputri, E. T., & Efendy, M. (2020). Kepadatan bakteri Coliform sebagai indikator pencemaran biologis di perairan pesisir Sepuluh Kabupaten Bangkalan. Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, 1(2), 243-249.
Singh, A. K., Das, S., Singh, S., Pradhan, N., Gajamer, V. R., Kumar, S., & Tiwari, H. K. (2019). Physicochemical parameters and alarming coliform count of the potable water of Eastern Himalayan state Sikkim: An indication of severe fecal contamination and immediate health risk. Frontiers in Public Health, 7, 174. https://doi.org/10.3389/fpubh.2019.00174
Zarifah, D. A., Navianti, D., & Yulianto, Y. (2022). Hygiene sanitasi depot air minum isi ulang dan keberadaan bakteri Coliform. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 2(2), 85-92.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











1.png)

