Pharmacy Genius https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen <p>Pharmacy Genius is a scientific journal that is managed and published by the Inspirasi Elburhani Foundation worked closely with Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Pharmacy Genius published three times a year, namely February, June, and October. with the ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20221025271006850" target="_blank" rel="noopener">2964-4771</a>. The article was published in the journal Pharmacy Genius, selected by the editors, and reviewed by the reviewer. Articles published in Pharmacy Genius must not be published in other journals or have been previously published. With a view to publishing the results of research that has been carried out by lecturers and students from universities throughout Indonesia in the fields of pharmacy and health.</p> en-US davitnugraha@gmail.com (Davit Nugraha) panji@inspira.or.id (Panji Wahlanto) Sat, 28 Feb 2026 22:42:20 +0700 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Bibliometrik dan Penambangan Teks terhadap Penelitian Obat Herbal dengan Aktivitas Anti-Inflamasi Wawasan dari Data PubMed (2015–2025) https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/921 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Inflamasi kronis yang tidak terkontrol berkontribusi signifikan terhadap patogenesis berbagai penyakit degeneratif, seperti artritis dan gangguan kardiovaskular. Meskipun efektif, penggunaan jangka panjang obat anti-inflamasi konvensional (NSAID dan kortikosteroid) sering menimbulkan efek samping serius, seperti iritasi gastrointestinal dan nefrotoksisitas. Obat herbal, dengan kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan terpenoid, menawarkan alternatif terapi yang menjanjikan dengan menekan mediator proinflamasi (TNF-α, IL-6, NF-κB) serta memodulasi stres oksidatif dengan profil keamanan yang lebih baik. Mengingat pesatnya pertumbuhan literatur di bidang ini, analisis bibliometrik diperlukan untuk memetakan arah penelitian global.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan dan menginterpretasikan lanskap penelitian obat herbal terkait aktivitas anti-inflamasi menggunakan perangkat lunak VOSviewer, guna mengidentifikasi tren utama, evolusi topik, dan kesenjangan penelitian.</p> <p><strong>Metode:</strong> Data bibliometrik dikumpulkan dari basis data PubMed dengan kata kunci “herbal medicine” AND “anti-inflammation” untuk periode publikasi tahun 2015 hingga 2025. Data diproses menggunakan VOSviewer versi 1.6.20 dengan metode <em>full counting</em> berdasarkan <em>co-occurrence</em> kata kunci, dengan ambang batas minimal kemunculan lima kali untuk menyaring istilah yang relevan.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Analisis memetakan lima klaster tematik utama: (1) suplementasi dan intervensi gaya hidup; (2) efikasi klinis pada pasien; (3) mekanisme molekuler dan penyakit modern (termasuk COVID-19); (4) jalur sitokin dan sinyal seluler; serta (5) formulasi sediaan lokal. Visualisasi <em>overlay</em> menunjukkan evolusi tren dari fokus awal pada biomarker klinis (seperti CRP) menuju pemahaman mekanisme molekuler yang lebih dalam dan imunomodulasi. Visualisasi densitas menegaskan bahwa topik seputar pasien dan pengobatan merupakan area riset yang paling padat.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat peningkatan minat global terhadap pengembangan obat herbal sebagai agen anti-inflamasi yang bergerak dari studi empiris menuju validasi mekanistik molekuler dan integrasi klinis. Penelitian ini menyoroti potensi besar obat herbal sebagai terapi komplementer yang aman, sekaligus menekankan perlunya standardisasi dan uji klinis berkelanjutan.</p> Daipadli Daipadli, Nurkhasanah Nurkhasanah, Sapto Yuliani Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/921 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0700 Interaksi Obat Antihipertensi dengan Obat Anti Inflamasi Non Steroid Terhadap Tekanan Darah: Tinjauan Literatur https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1045 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan memerlukan terapi jangka panjang. Pasien hipertensi umumnya menggunakan obat lain secara bersamaan, salah satunya obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Namun, penggunaan OAINS diketahui dapat memengaruhi tekanan darah dan efektivitas terapi antihipertensi.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan obat antiinflamasi non steroid terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi yang menjalani terapi antihipertensi berdasarkan temuan penelitian yang ada.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed dan Elsevier pada periode 2015-2025. &nbsp;Artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan OAINS dapat memengaruhi tekanan darah dan berpotensi menurunkan efektivitas terapi antihipertensi. Besarnya peningkatan tekanan darah bervariasi tergantung jenis OAINS dan kombinasi antihipertensi yang digunakan. OAINS non selektif dan selektif COX-2 dilaporkan dapat meningkatkan tekanan darah. Sedangkan, pada aspirin dosis rendah tidak menunjukkan peningkatan tekanan darah yang bermakna.</p> <p><strong>Simpulan</strong>: Penggunaan OAINS bersamaan terapi antihipertensi memerlukan perhatian khusus karena dapat memengaruhi tekanan darah dan menurunkan efektivitas terapi. &nbsp;Pemilihan jenis OAINS yang tepat disertai pemantauan tekanan darah secara berkala dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko klinis.</p> Dinda Chalysta Aryni, Oktafany, Zulpakor Oktoba, Nurmasuri Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1045 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0700 Pendekatan Bioinformatika pada Skizofrenia melalui Identifikasi Variasi dan Ekspresi Gen pada Populasi Asia Tenggara https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1056 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Skizofrenia adalah gangguan neuropsikiatri kompleks dengan komponen genetik yang signifikan. Identifikasi variasi genetik yang berkontribusi terhadap penyakit ini dapat membantu dalam memahami mekanisme patogenesis dan pengembangan terapi yang lebih tepat sasaran. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi genetik yang berpotensi memengaruhi risiko skizofrenia melalui pendekatan bioinformatika berdasarkan data genomik.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini dilakukan dalam lima tahap, yaitu (1) identifikasi lokus genetik yang berhubungan dengan skizofrenia menggunakan basis data GWAS, (2) analisis variasi dan ekspresi gen melalui Portal GTEx, (3) pemetaan posisi gen pada kromosom menggunakan Ensembl, (4) analisis dampak variasi genetik pada fungsi biologis dengan SNP Nexus, dan (5) pemetaan distribusi alel dalam populasi menggunakan HaploReg. SNP dengan kategori “mungkin merusak” dan “kemungkinan merusak” diprioritaskan untuk analisis lebih lanjut.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Dari 5985 SNP yang diidentifikasi, penyaringan dilakukan berdasarkan nilai p, duplikasi, dan jenis variasi hingga diperoleh 22 SNP. Analisis lebih lanjut menemukan bahwa 4 SNP (rs1051061, rs1801133, rs2011425, dan rs3764002) terkait dengan skizofrenia, dengan dua di antaranya (rs1801133 dan rs3764002) dikategorikan sebagai "kemungkinan merusak". SNP rs3764002 pada gen WSCD2 menunjukkan skor tertinggi (0,997), yang mengindikasikan dampak terbesar pada patogenesis skizofrenia.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Variasi genetik tertentu, khususnya pada gen VRK2, MTHFR, UGT1A, dan WSCD2, berpotensi memengaruhi risiko skizofrenia melalui berbagai mekanisme molekuler, termasuk regulasi ekspresi gen, metabolisme neurotransmiter, dan stres oksidatif.</p> Dadi Supriadi, Ilham Alifiar, Nur Rahayuningsih Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1056 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Swamedikasi Diare Pada Pelajar SMK Insan Mulia Yogyakarta https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1064 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Diare masih merupakan salah satu penyakit yang sering dialami kelompok remaja di Indonesia karena beberapa faktor penyebab antara lain, infeksi, alergi makanan dan intoleransi laktosa. Upaya penting bagi remaja untuk mengenali gejala, penyebab dan cara penanganan diare yang tepat untuk mencegah komplikasi seperti dehidrasi. Penanganan untuk beberapa kasus diare ringan dapat diatasi dengan upaya swamedikasi. Oleh karena itu pengetahuan tentang swamediaksi diare merupakan hal penting.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi diare pada pelajar SMK Insan Mulia Yogyakarta</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan suatu fenomena dengan data berupa angka, dengan sampel berjumlah 54 siswa dipilih secara <em>purposive sampling</em> dengan mempertimbangkan kriteria tertentu.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Mayoritas siswa (90,7%) mempunyai tingkat pengetahuan yang baik dan untuk sikap swamedikasi yang baik sebesar 63%. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan tidak ada hubungan signifikan yang searah antara tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi diare pada siswa SMK Insan Mulia Yogyakarta dengan nilai signifikansi sebesar 0,361 (<em>p value</em> &gt;0,005) dan arah korelasi positif sebesar 0,528.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi diare pada siswa SMK Insan Mulia.</p> Daniek Yulia Setyo Murti, Yuli Nurullaili Efendi, Kaila Elma Ananta Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1064 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0700