Pharmacy Genius https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen <p>Pharmacy Genius is a scientific journal managed and published by the Inspirasi Elburhani Foundation in collaboration with the Indonesian Pharmacists Association (Ikatan Apoteker Indonesia, IAI). The journal is published three times a year, in February, June, and October.</p> <p>All manuscripts submitted to Pharmacy Genius undergo an editorial selection process and are subsequently evaluated through peer review by qualified reviewers. To ensure the originality and integrity of the published works, manuscripts submitted to the journal must not have been previously published or be under consideration for publication in any other journal.</p> <p>Pharmacy Genius aims to disseminate high-quality research findings and scholarly contributions in the fields of pharmacy and health sciences. The journal welcomes original research articles conducted by lecturers, researchers, and students from higher education institutions and other academic or research institutions throughout Indonesia. Through the publication of these scientific works, Pharmacy Genius seeks to contribute to the advancement of knowledge and professional practice in pharmacy and related health sciences.</p> en-US davitnugraha@gmail.com (Davit Nugraha) panji@inspira.or.id (Panji Wahlanto) Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Studi Etnomedisin Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Di Desa Purbosono Kertek Wonosobo https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1080 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Etnomedisin merupakan bidang ilmu yang mempelajari bagaimana masyarakat memahami dan mengelola masalah kesehatan dengan pengetahuan tradisional mereka. Salah satunya adalah masyarakat Desa Purbosono yang masih mempertahankan praktik pengobatan tradisional menggunakan daun sirih hijau (<em>Piper betle</em> L.). Daun sirih hijau telah lama dikenal dan digunakan sebagai tanaman obat.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter <em>Use Value</em> (UV), <em>Fidelity Level</em> (FL), dan <em>Informant Consensus Factor</em> (ICF). Serta bagaimana cara pengolahan daun sirih hijau pada masyarakat Desa Purbosono.</p> <p><strong>Metode</strong>: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik <em>snowball sampling</em>. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil disajikan dalam bentuk persentase sebelum dianalisis menggunakan tiga parameter utama.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Berdasarkan hasil penelitian, sirih hijau dimanfaatkan masyarakat Desa Purbosono untuk mengobati 11 jenis penyakit. Nilai Parameter <em>Use Value</em> tertinggi sebesar 0,55 dan nilai <em>Fidelity Level</em> tertinggi sebesar 55% pada penyakit keputihan, hasil pada parameter UV dan FL termasuk kategori sedang. Pada parameter <em>Informan Consensus Factor</em> memiliki nilai paling kuat yaitu 1 pada penyakit mimisan dan bau mulut. Cara mengolah daun sirih hijau paling banyak dengan cara direbus.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Sirih hijau memiliki tingkat pemanfaatan yang cukup tinggi pada masyarakat Desa Purbosono. Berpotensi dalam pengembangan obat tradisional yang didasarkan pada kearifan lokal, serta mendukung penerapan obat tradisional dalam layanan kesehatan masyarakat.</p> Mutiara Tiara, Tiyas Putri Nugraheni , Kusmini Kusmini, Yanverty Idda L, Anggoro Wicaksono Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1080 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Efektivitas Tamoxifen Berdasarkan Faktor Klinis, Genetik, dan Kepatuhan Pasien : Literature Review https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1151 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Kanker payudara dengan reseptor hormon positif (HR+) merupakan subtipe yang paling banyak ditemukan, dengan terapi endokrin seperti tamoxifen dan aromatase inhibitors (AI) sebagai standar utama pengobatan. Meskipun efektif menurunkan risiko kekambuhan, keberhasilan terapi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk strategi pemberian obat, variasi genetik pasien, resistensi tumor, dan kepatuhan pasien. Polimorfisme gen CYP2D6, hilangnya ekspresi reseptor estrogen, serta ketidakpatuhan akibat efek samping menjadi tantangan utama dalam optimalisasi terapi. Selain itu, pemanfaatan biomarker klinis dan pendekatan pemantauan gejala secara aktif berpotensi mendukung terapi yang lebih efektif dan terpersonalisasi. Ulasan ini bertujuan mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan terapi endokrin pada kanker payudara HR+ sebagai dasar pengembangan strategi penatalaksanaan yang lebih optimal dan terpersonalisasi.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Kajian literatur ini bertujuan mengevaluasi secara komprehensif seluruh determinan penentu keberhasilan terapi endokrin guna menyajikan landasan penatalaksanaan kanker payudara yang lebih mutakhir dan terpersonalisasi.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini dilakukan dengan metode <em>checklist </em>PRISMA menggunakan<em> database </em>PubMed.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Kajian menunjukkan bahwa efektivitas tamoxifen dipengaruhi oleh strategi terapi, faktor genetik, status reseptor hormon, biomarker klinis, dan kepatuhan pasien. Strategi kombinasi, pengaturan waktu konsumsi, serta pemantauan gejala aktif dapat meningkatkan keberhasilan terapi, sedangkan resistensi tumor dan ketidakpatuhan pasien menjadi hambatan utama.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: amoxifen efektif sebagai terapi kanker payudara HR-positif, terutama dalam menurunkan risiko kekambuhan. Efektivitasnya dipengaruhi oleh strategi terapi, faktor genetik, dan profil biologis pasien. Strategi peralihan ke AI serta konsumsi pada malam hari dapat meningkatkan keberhasilan terapi, sedangkan polimorfisme CYP2D6 dan hilangnya reseptor estrogen dapat memicu resistensi. Selain itu, rendahnya kepatuhan pasien akibat efek samping menjadi hambatan utama keberhasilan terapi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terapi yang terpersonalisasi melalui pemilihan strategi pengobatan yang tepat, pengujian genetik, dan pemantauan gejala secara aktif untuk meningkatkan kepatuhan pasien.</p> Rizka Maulidiah, Cindy Marseli Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1151 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 Manajemen Farmakoterapi dan Terapi Non-Farmakologis Kehamilan dengan Suspect B20 di Kabupaten Ciamis: Studi Kasus Intervensi Interval Trimester Ketiga https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1161 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Penemuan kasus ibu hamil dengan <em>suspect</em> B20 (HIV+) pada trimester ketiga menciptakan kondisi kritis kejar waktu (<em>race against time</em>) untuk menurunkan beban virus sebelum persalinan. Apoteker dan tim medis di fasilitas pelayanan kefarmasian memegang peran vital dalam mengoptimalkan regimen obat.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Menganalisis manajemen terapi farmakologis berbasis penekanan virus secara akseleratif serta strategi non-farmakologis untuk mendukung kepatuhan dan status nutrisi pada dua ibu hamil <em>suspect</em> B20 trimester ketiga di Kabupaten Ciamis.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian deskriptif kualitatif berbasis analisis data sekunder rekam medis dua pasien ibu hamil di faskes Kabupaten Ciamis.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Pasien 1 (P1: G4P1A2, 33 minggu) memiliki riwayat dua kali <em>abortus</em>, sedangkan Pasien 2 (P2: G1P0A0, 28 minggu) adalah primigravida. Terapi farmakologis yang direkomendasikan adalah inisiasi segera regimen <em>Highly Active Antiretroviral Therapy</em> (HAART) berbasis Dolutegravir (TLD) karena kinetika supresi virusnya yang cepat. Terapi non-farmakologis difokuskan pada pemantauan kepatuhan minum obat menggunakan metode <em>Pill Count</em>, edukasi nutrisi makronutrien, serta konseling psikososial terstruktur untuk mereduksi stigma.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Keberhasilan pemutusan transmisi vertikal pada deteksi lambat trimester ketiga sangat bergantung pada agresivitas pemilihan lini obat antiretroviral (farmakologis) yang diimbangi dengan monitoring kepatuhan dan konseling intensif (non-farmakologis) oleh tenaga kefarmasian di Kabupaten Ciamis</p> Aulia Ridla Fauzi, Rosidah Solihah, Sandriani Sandriani, Sri Wulan Ratna Dewi, Resna Litasari, Sri Utami Asmarani, Metty Nurherliyany, Rian Ismail Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1161 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 Bibliometric Analysis of Herbal Therapy Interventions for Postpartum Depression in Maternal Health https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1162 <p><strong>Background</strong>: Postpartum depression (PPD) is one of the most common maternal mental health disorders, affecting mothers' well-being, maternal–infant bonding, and child development. Although pharmacological treatment remains the standard approach, concerns regarding medication safety during breastfeeding have increased interest in herbal therapy as a complementary or alternative intervention. Scientific publications on herbal therapy for PPD have grown substantially; however, the global research landscape has not been comprehensively mapped.</p> <p><strong>Objective:</strong> This study aimed to analyze global research trends, publication characteristics, collaboration networks, influential authors, institutions, countries, journals, and emerging research themes related to herbal therapy interventions for postpartum depression in maternal health using bibliometric analysis.</p> <p><strong>Methods:</strong> A bibliometric study was conducted using publications retrieved from the Scopus database. Relevant documents published between [insert study period, e.g., 2000–2025] were identified using predefined search keywords related to <em>postpartum depression</em>, <em>herbal therapy</em>, and <em>maternal health</em>. Bibliometric indicators, including annual publication trends, country and institutional productivity, authorship, citation analysis, journal performance, keyword co-occurrence, co-authorship, and thematic evolution, were analyzed using Biblioshiny (RStudio)</p> <p><strong>Results:</strong> The bibliometric analysis demonstrated a continuous increase in scientific publications on herbal therapy for postpartum depression over the study period. Research productivity was concentrated in several high-income countries, with strong international collaborations among leading institutions. Frequently occurring keywords included <em>postpartum depression</em>, <em>herbal medicine</em>, <em>Chinese herbal medicine</em>, <em>maternal health</em>, <em>complementary therapy</em>, and <em>mental health</em>, indicating a growing research focus on integrative approaches for maternal mental health. Citation analysis identified several highly influential publications that have shaped the development of this research field, while network visualization revealed emerging themes involving complementary medicine, breastfeeding, anxiety, and maternal well-being.</p> <p><strong>Conclusion:</strong> Research on herbal therapy interventions for postpartum depression has shown significant global growth and increasing scientific interest. Bibliometric mapping provides valuable insights into the intellectual structure, research hotspots, and collaboration patterns in this field. The findings may serve as a reference for researchers, clinicians, and policymakers in developing evidence-based complementary interventions and identifying future research priorities in maternal mental health.</p> Wulan Anugrah Pauji Salam, Rosidah Solihah, Aulia Ridla Fauzi, Sandriani, Elis Noviati Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1162 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 Penetapan Kadar Flavonoid Pada Salep Ekstrak Biji Mahoni (Swietenia macrophylla) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1163 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Luka pada kulit merupakan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan yang tepat agar proses penyembuhan berlangsung optimal. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif terapi terus dikembangkan karena relatif aman dan memiliki aktivitas biologis yang potensial. Biji mahoni (Swietenia macrophylla) diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan dan antiinflamasi sehingga berpotensi dikembangkan dalam sediaan topikal.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan menentukan kadar flavonoid pada sediaan salep ekstrak biji mahoni menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis.</p> <p><strong>Metode:</strong> Ekstrak biji mahoni diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70% dan diformulasikan ke dalam sediaan salep dengan variasi konsentrasi ekstrak 30% (F1), 40% (F2), dan 50% (F3). Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Penetapan kadar flavonoid dilakukan menggunakan metode kolorimetri dengan pereaksi aluminium klorida (AlCl₃) dan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Seluruh formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik sediaan salep. Kadar flavonoid meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu sebesar 12,22 mg QE/g pada F1, 16,87 mg QE/g pada F2, dan 20,00 mg QE/g pada F3. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar formula (p = 0,002).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Sediaan salep ekstrak biji mahoni memenuhi parameter evaluasi fisik dan mengandung flavonoid yang kadarnya meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Variasi konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar flavonoid dalam sediaan salep.</p> nia kurniasih, Adis Dwi Elianti, Nurhidayati Harun, Susan Sintia Ramdhani, Marlina Indriastuti Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1163 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 Naratif Review : Studi Pengembangan Gel Kosmetik Berasal Dari Bahan Alam Dan Uji Fisik Serta Uji Klinisnya https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1164 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Selama berabad-abad, bahan-bahan alami telah dimanfaatkan untuk perawatan dan pemeliharaan kulit. Seiring meningkatnya perhatian terhadap keamanan dan efektivitas produk berbahan alami, pemanfaatan ekstrak tanaman dalam formulasi kosmetik dan sediaan topikal semakin berkembang. Berbagai penelitian telah mengevaluasi penggunaan bahan alam sebagai pelembap alami dengan berbagai bentuk sediaan, seperti hidrogel dan emulgel, yang berpotensi meningkatkan kesehatan kulit.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Narative review ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan bahan alam sebagai pelembap alami dalam formulasi sediaan topikal berdasarkan hasil penelitian terkini serta mengevaluasi efektivitasnya melalui uji fisik dan uji klinis.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed dengan rentang publikasi lima tahun terakhir menggunakan kata kunci natural moisturizer, cosmetics, dan gel. Artikel yang diikutsertakan merupakan artikel penelitian (original research) dengan kriteria inklusi berupa studi yang membahas formulasi sediaan topikal berbahan alam. Artikel ulasan (review article) dikeluarkan dari proses seleksi. Dari hasil penelusuran diperoleh dua artikel yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu penelitian mengenai formulasi hidrogel dan emulgel berbahan aktif alami.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Kedua artikel menunjukkan bahwa bahan alam berhasil diformulasikan ke dalam sediaan topikal dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan. Selain itu, hasil uji klinis menunjukkan bahwa formulasi hidrogel maupun emulgel memberikan aktivitas yang baik sebagai pelembap kulit, ditandai dengan peningkatan kondisi kulit dan keamanan penggunaan selama periode pengujian.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Bahan alam memiliki potensi yang baik sebagai sumber bahan aktif dalam formulasi sediaan topikal, khususnya hidrogel dan emulgel, untuk aplikasi sebagai pelembap alami. Berdasarkan hasil evaluasi fisik dan uji klinis, kedua formulasi menunjukkan efektivitas dan keamanan yang menjanjikan sehingga berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai produk kosmetik berbasis bahan alam.</p> Anna L Yusuf, Siti Rahmah Kunia Ramdan, Panji Wahlanto Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1164 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Kombinasi Gelatin–PVP terhadap Karakteristik Fisik Tablet Hisap Jahe Merah https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1169 <p><strong>Pendahuluan: T</strong>ablet hisap merupakan salah satu bentuk sediaan padat yang dirancang untuk larut perlahan di dalam rongga mulut sehingga memerlukan karakteristik fisik yang berbeda dengan tablet konvensional, terutama nilai kekerasan yang relatif tinggi. Keberhasilan formulasi tablet hisap sangat dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi bahan pengikat yang digunakan. Gelatin diketahui mampu meningkatkan kekerasan tablet, namun cenderung menghasilkan granul dengan sifat alir yang kurang baik. Sebaliknya, polivinilpirolidon (PVP) memiliki kemampuan memperbaiki sifat alir granul, tetapi memerlukan konsentrasi yang relatif lebih tinggi untuk menghasilkan kekerasan tablet yang optimal.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh gelatin dan PVP sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik tablet hisap ekstrak kering jahe merah.</p> <p><strong>Metode</strong>: Tablet hisap diformulasikan dengan lima variasi perbandingan gelatin dan PVP, yaitu 1:1, 1:2, 1:3, 1:4, dan 1:5. Seluruh formula dievaluasi terhadap karakteristik granul serta sifat fisik tablet. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji ANOVA satu arah pada taraf kepercayaan 95%.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Variasi konsentrasi gelatin dan PVP memberikan pengaruh nyata terhadap kekerasan dan kerapuhan tablet (p&lt;0,05). Nilai kekerasan tablet berturut-turut pada Formula 1 hingga Formula 5 adalah 9,01; 14,15; 15,95; 13,45; dan 12,31 kgf, sedangkan nilai kerapuhan masing-masing sebesar 0,442%; 0,674%; 0,174%; 0,337%; dan 0,571%. Formula dengan perbandingan gelatin:PVP sebesar 1:3 menghasilkan kekerasan tertinggi.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Kombinasi gelatin dan PVP sebagai bahan pengikat mampu menghasilkan tablet dengan mutu fisik yang memenuhi persyaratan, meskipun peningkatan konsentrasi gelatin yang terlalu tinggi cenderung menurunkan kekerasan tablet.</p> Inding Gusmayadi, Priyanto Priyanto Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1169 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 Skala dan Pola Penggunaan Antibiotik Pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) : Surveilans ATC/DDD 2021-2025 Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1183 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama rawat inap dan penggunaan antibiotik di seluruh dunia serta berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi antimikroba. Pemantauan penggunaan antibiotik sangat penting untuk mendukung penggunaan antibiotik yang rasional dan memperkuat program antimicrobial stewardship.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kuantitas dan pola penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap dengan ISPA dengan metode <em>Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose </em>(ATC/DDD) dan <em>Drug Utilization</em> 90% (DU90%).</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian deskriptif retrospektif ini menggunakan data rekam medis pasien dewasa yang didiagnosis ISPA (kode ICD-10 J00–J06 dan J20–J22) di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Indonesia, selama periode 2021–2025. Penggunaan antibiotik dihitung sebagai DDD/100 patient-days berdasarkan metodologi WHO ATC/DDD, sedangkan pola peresepan dianalisis menggunakan metode DU90%. <strong>Hasil</strong>: Total 237 pasien memenuhi kriteria inklusi dengan total konsumsi antibiotik sebesar 502,49 DDD/100 patient-days dengan penggunaan tahunan berkisar antara 81,13–120,51 DDD/100 patient-days. Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah sefiksim, seftriakson, azitromisin, levofloksasin, dan seftazidim. Analisis DU90% menunjukkan bahwa tujuh jenis antibiotik menyumbang sekitar 90% dari total penggunaan, yang didominasi oleh antibiotik kategori Watch menurut klasifikasi WHO AWaRe.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap dengan ISPA didominasi oleh antibiotik spektrum luas kategori Watch. Surveilans penggunaan antibiotik secara berkelanjutan menggunakan metode ATC/DDD dan DU90% diperlukan untuk mendukung program antimicrobial stewardship serta mengoptimalkan penggunaan antibiotik di rumah sakit.</p> Putri Dwi Anggraeni, Ikhwan Yuda Kusuma, Peppy Octaviani, Silma Kaaffah Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1183 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 Efek Ekstrak Gambir Terhadap Profil Lipid Tikus Wistar Terpapar Asap Rokok https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1203 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Penyakit kardiovaskular (PKV) merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia dan menyumbang sekitar 32% dari seluruh kematian global (WHO, 2024). Paparan asap rokok merupakan salah satu faktor risiko utama PKV yang dilaporkan mengganggu profil lipid melalui penurunan ekspresi reseptor LDL di hepatosit (Ma et al., 2020). Uncaria gambir (gambir) mengandung katekin dan epikatekin dalam kadar tinggi (&gt;21%) yang dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi (Munggari et al., 2022; Auliana et al., 2022), namun bukti pengaruhnya terhadap profil lipid pada model hewan yang dipapar asap rokok masih terbatas.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian ekstrak gambir secara peroral terhadap perubahan kadar kolesterol total, trigliserida, HDL, dan LDL pada tikus jantan galur Wistar yang dipapar asap rokok.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian eksperimental murni dengan desain pre-post test with control group design. Dua puluh empat ekor tikus jantan Wistar dipapar asap rokok selama 3 jam/hari selama 2 minggu, kemudian dialokasikan secara acak sederhana ke dalam 4 kelompok (n=6 ekor/kelompok): kelompok kontrol (akuades), dan kelompok dosis 45, 90, dan 180 mg/kgBB ekstrak gambir yang diberikan peroral setiap hari selama 14 hari. Sampel darah diambil sebelum dan sesudah periode intervensi. Kadar kolesterol total, trigliserida, HDL, dan LDL diukur menggunakan Automated Biochemistry Analyzer berbasis metode fotometrik enzimatik di Laboratorium Klinik Caya, Depok. Data dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA dengan taraf signifikansi α=0,05.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Rerata perubahan kadar kolesterol total dan trigliserida menurun, serta HDL meningkat, pada ketiga kelompok dosis dibandingkan kontrol, dengan penurunan kolesterol total terbesar pada kelompok dosis 45 mg/kgBB (−5,73 mg/dL) dan penurunan trigliserida terbesar pada kelompok dosis 90 mg/kgBB (−19,77 mg/dL). Namun, kadar LDL justru meningkat pada seluruh kelompok termasuk kontrol. Uji ANOVA tidak menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok pada keempat parameter (CHOL: F=0,112; p=0,952 | TRIG: F=0,628; p=0,605 | HDL: F=0,166; p=0,918 | LDL: F=0,464; p=0,711; seluruh nilai p&gt;0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Pemberian ekstrak gambir menunjukkan kecenderungan perbaikan profil lipid secara deskriptif, tetapi secara statistik tidak terbukti berbeda bermakna dibandingkan kontrol pada rentang dosis dan durasi pemberian yang diuji. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan durasi pemberian yang lebih panjang untuk memastikan efek gambir terhadap profil lipid pada kondisi paparan asap rokok.</p> Dona Suzana Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1203 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analysis of Social Media Content on Tiktok And Youtube Shorts Regarding The Representation of The Human Papillomavirus (HPV) Vaccine in Indonesia https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1210 <p><strong>Background</strong><strong>: </strong>Human Papillomavirus (HPV) is the primary cause of cervical cancer, making HPV vaccination a key strategy for cervical cancer prevention. As social media has become an increasingly important source of health information, evaluating the quality and credibility of HPV vaccine-related content on digital platforms is essential.</p> <p><strong>Objective</strong>: This study aimed to analyze the characteristics, quality, credibility, understandability, and educational value of HPV vaccine-related videos on TikTok and YouTube Shorts in Indonesia.</p> <p><strong>Method</strong>: A cross-sectional content analysis was conducted on 200 publicly accessible videos, comprising 100 TikTok videos and 100 YouTube Shorts videos identified using the keyword <em>“HPV vaccine.”</em> Video characteristics, uploader categories, content topics, and presentation styles were analyzed descriptively, while information quality was assessed using the Journal of the American Medical Association (JAMA) benchmark criteria, Global Quality Score (GQS), modified DISCERN (mDISCERN), and the Patient Education Materials Assessment Tool (PEMAT).</p> <p><strong>Result</strong>: TikTok videos generated substantially higher audience engagement than YouTube Shorts, whereas YouTube Shorts demonstrated greater information credibility and reliability based on higher JAMA and mDISCERN scores. Vaccination targets, vaccination schedules, and vaccine types were the most frequently discussed topics, while vaccine mechanisms, side effects, and misinformation were addressed less frequently. Both platforms demonstrated high educational quality, with a mean GQS score of 4.43 and PEMAT-T scores exceeding 98%, indicating excellent understandability and actionability. However, source attribution and scientific referencing remained limited across both platforms.</p> <p><strong>Conclusion</strong>: TikTok and YouTube Shorts have considerable potential as effective channels for HPV vaccine communication in Indonesia. Strengthening evidence-based communication practices and improving information transparency are essential to enhance public trust, increase vaccine confidence, and support cervical cancer prevention efforts.</p> Yussri Yahya, Silma Kaaffah, Ikhwan Yuda Kusuma, Siti Setianingsih Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1210 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700