Pharmacy Genius https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen <p>Pharmacy Genius is a scientific journal managed and published by the Inspirasi Elburhani Foundation in collaboration with the Indonesian Pharmacists Association (Ikatan Apoteker Indonesia, IAI). The journal is published three times a year, in February, June, and October.</p> <p>All manuscripts submitted to Pharmacy Genius undergo an editorial selection process and are subsequently evaluated through peer review by qualified reviewers. To ensure the originality and integrity of the published works, manuscripts submitted to the journal must not have been previously published or be under consideration for publication in any other journal.</p> <p>Pharmacy Genius aims to disseminate high-quality research findings and scholarly contributions in the fields of pharmacy and health sciences. The journal welcomes original research articles conducted by lecturers, researchers, and students from higher education institutions and other academic or research institutions throughout Indonesia. Through the publication of these scientific works, Pharmacy Genius seeks to contribute to the advancement of knowledge and professional practice in pharmacy and related health sciences.</p> Yayasan Inspirasi El Burhani en-US Pharmacy Genius 2964-4771 Dari Pengetahuan ke Praktik: Analisis Ecopharmacology dalam Pembuangan Limbah Obat pada Mahasiswa Farmasi https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1194 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Pembuangan limbah obat yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, mengganggu ekosistem, dan meningkatkan risiko resistensi antimikroba.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: untuk mengetahui tingkat pengetahuan serta menggambarkan pengetahuan, sikap, dan praktik ecopharmacology terkait pembuangan limbah obat, serta menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan sikap dan praktik pada mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Magelang.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel diperoleh melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Chi-square</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa tergolong baik, dengan persentase kategori baik pada mahasiswa D3 Farmasi sebesar 66%, S1 Farmasi 67%, dan Program Studi Profesi Apoteker 75%. Sikap mahasiswa terhadap pengelolaan limbah obat juga tergolong positif, namun praktik pembuangan limbah obat yang ramah lingkungan belum sepenuhnya optimal. Analisis Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap dan praktik ecopharmacology (p&lt;0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Pengetahuan yang baik berkontribusi terhadap terbentuknya sikap positif, tetapi belum sepenuhnya diikuti oleh praktik pembuangan limbah obat yang sesuai, sehingga diperlukan penguatan edukasi dan penyediaan fasilitas pengelolaan limbah obat.</p> Rafiastiana Capritasari Shelvi Adilia Putri Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-10-30 2026-10-30 5 3 179 189 10.56359/pharmgen.v5i3.1194 Improving the health of the community surrounding pharmacies through SmartOTC and enhancing the role of pharmacists https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1195 <p><strong>Introduction</strong>: Community pharmacists are frequently the first healthcare professionals consulted for minor illnesses such as the common cold. However, limited consultation time and inconsistent assessment practices may affect the quality of self-medication services.</p> <p><strong>Purpose</strong>: This study evaluated whether structured SmartOTC training improved pharmacists’ knowledge, perceived task ease, and ability to complete application-based clinical tasks.</p> <p><strong>Method</strong>: A one-group pretest–post-test study was conducted among 23 licensed community pharmacists from partner pharmacies in Purwokerto, Indonesia, recruited using convenience sampling. The intervention included education, application demonstration, guided practice, independent case simulation, and post-intervention evaluation. Knowledge was assessed using a 20-item questionnaire, perceived task ease using seven Single Ease Question items, and operational performance using 16 predefined tasks. Data were presented as means, standard deviations, frequencies, percentages, and 95% confidence intervals. Pretest and post-test outcomes were compared using the Wilcoxon signed-rank test, with rank-biserial correlation used to estimate effect size.</p> <p><strong>Results</strong>: All participants completed the program. Knowledge scores increased from 58.91 ± 4.99 to 79.78 ± 10.82, with a mean change of 20.87 points (95% CI: 16.32–25.42). Overall SEQ scores improved from 4.98 ± 0.50 to 5.98 ± 0.50, with a mean change of 1.00 point (95% CI: 0.80–1.20). Task success increased from 61.41 ± 11.41% to 94.57 ± 6.87%, representing a 33.15-percentage-point improvement (95% CI: 25.98–40.32). All changes were significant (p &lt; 0.001; rank-biserial r = 0.99).</p> <p><strong>Conclusion</strong>: Structured SmartOTC training was feasible and substantially improved pharmacists’ knowledge, usability perceptions, and task performance. This approach may strengthen digital competence, standardize common-cold self-medication services, and support safer routine pharmaceutical care in community pharmacies.</p> Ikhwan Yuda Kusuma Galih Samodra Susilo Rini Muhammad Firmansyah Nelly Maryanti Inti Kalun Na'Fiah Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-10-30 2026-10-30 5 3 190 203 10.56359/pharmgen.v5i3.1195 Efek Sinergis Kombinasi Ekstrak Moringa oleifera dan Tithonia diversifolia terhadap Tikus Diabetik-Dislipidemia https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1205 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Obesitas akibat pakan tinggi lemak dapat memicu dislipidemia dan, bila disertai fruktosa, hiperglikemia yang menyerupai diabetes melitus tipe 2, dua kondisi metabolik yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Daun kelor (<em>Moringa oleifera</em>) dan daun kembang bulan (<em>Tithonia diversifolia</em>) dilaporkan memiliki aktivitas menurunkan kedua parameter tersebut, namun kombinasi keduanya belum pernah dikaji terhadap dua parameter sekaligus.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi efek kombinasi ekstrak etanol daun kelor dan daun kembang bulan terhadap kadar kolesterol total dan glukosa darah pada tikus putih yang diinduksi obesitas, serta menentukan dosis kombinasi optimal untuk masing-masing parameter.</p> <p><strong>Metode: </strong>eksperimen laboratorium, desain Rancangan Acak Kelompok, menggunakan tikus putih jantan (<em>Rattus norvegicus</em>) yang diinduksi pakan tinggi lemak disertai fruktosa selama 30 hari (jumlah hewan uji, n=21, tujuh kelompok). Kelompok uji diberikan dosis kombinasi ekstrak moringa oleifera dan tithonia diversifolia (75+25, 50+50 dan 25+75 mg/kgBB), simvastatin dan metformin sebagai kontrol positif, selama 28 hari. Keberhasilan induksi obesitas dikonfirmasi dengan <em>Lee Index</em>. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah dan uji lanjut Duncan.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Berdasarkan hasil yang diperoleh induksi berhasil meningkatkan status obesitas dan kedua parameter metabolik pada seluruh kelompok yang diinduksi. Dosis kombinasi 75+25 mg/kgBB memberikan penurunan kolesterol total tertinggi (22,88%), setara simvastatin (20,35%), sedangkan dosis 50+50 mg/kgBB memberikan penurunan glukosa darah tertinggi (54,18%), setara metformin (51,13%). Korelasi antara persen penurunan kedua parameter pada tingkat kelompok sangat kuat (r=0,94; p=0,005).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Kombinasi ekstrak daun kelor dan daun kembang bulan memiliki potensi ganda sebagai antihiperlipidemia dan antidiabetes yang saling berkaitan melalui jalur obesitas dan resistensi insulin, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kandidat komplementer pada gangguan metabolik yang melibatkan dislipidemia dan hiperglikemia.</p> M. Fakhrul Hardani Baharuddin Hamzah Hardi Hardi Ririen Hardani Cyanda C Oktova Todengko Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-10-30 2026-10-30 5 3 204 215 10.56359/pharmgen.v5i3.1205 Optimasi Profil Lipoprotein Darah melalui Pemberian Kombinasi Moringa oleifera dan Tithonia diversifolia pada Tikus Dislipidemia https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1207 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Dislipidemia yang ditandai penurunan kadar High Density Lipoprotein (HDL) dan peningkatan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang banyak dipicu oleh konsumsi pakan tinggi lemak. Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dan daun kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray) diketahui mengandung flavonoid, saponin, dan antioksidan yang berpotensi memperbaiki profil lipid darah.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan menganalisis efek kombinasi ekstrak etanol daun kelor dan daun kembang bulan terhadap peningkatan kadar HDL dan penurunan kadar LDL darah tikus putih jantan yang diinduksi pakan tinggi lemak, serta menentukan dosis kombinasi yang paling efektif.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pendekatan posttest-only control group design pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 7 kelompok untuk masing-masing parameter: kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif 1(gemfibrozil untuk HDL), kontrol positif 2(simvastatin untuk LDL), dan tiga kelompok kombinasi ekstrak daun kelor dan daun kembang bulan dengan variasi dosis (150+25, 100+50, dan 50+100 mg/kgBB) setelah induksi pakan tinggi lemak 30 hari dan perlakuan oral 28 hari. Data dianalisis dengan uji Paired T-Test, One Way ANOVA, dan uji lanjut Duncan (p&lt;0,05).</p> <p><strong>Hasil: </strong>Induksi pakan tinggi lemak menurunkan kadar HDL menjadi 21,35 mg/dL dan meningkatkan kadar LDL menjadi 54,12 mg/dL. Setelah perlakuan, kombinasi kelor 150 mg/kgBB dan kembang bulan 25 mg/kgBB memberikan peningkatan HDL tertinggi (40,20 mg/dL), sedangkan kombinasi kelor 50 mg/kgBB dan kembang bulan 100 mg/kgBB memberikan penurunan LDL terbesar (91,93%). Kenaikan HDL dan penurunan LDL terjadi bersamaan pada seluruh kelompok uji dan berbeda signifikan dibandingkan kontrol negatif (p&lt;0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Kombinasi ekstrak daun kelor dan daun kembang bulan efektif memperbaiki profil lipid darah tikus dislipidemia melalui peningkatan kadar HDL dan penurunan kadar LDL secara simultan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka pencegah aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular.</p> M. Fakhrul Hardani Ririen Hardani Andi Atirah Masyita Baharuddin Hamzah Lisna Lisna Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-10-30 2026-10-30 5 3 216 226 10.56359/pharmgen.v5i3.1207 Analisis Most Probable Number Cemaran Coliform pada Air Minum dalam Kemasan di Jakarta https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1208 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Air minum dalam kemasan (AMDK) dikonsumsi langsung tanpa pengolahan lanjutan karena dipersepsikan bebas cemaran, padahal kontaminasi mikrobiologis masih dapat terjadi pada tahap pengisian, distribusi, maupun penyimpanan di gerai penjualan. Bakteri Coliform digunakan sebagai indikator sanitasi karena keberadaannya menandakan terbukanya jalur masuk mikroorganisme patogen.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan mengetahui keberadaan, tingkat cemaran, dan dugaan jenis bakteri Coliform pada AMDK yang beredar di wilayah Jakarta.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan laboratorik terhadap 66 sampel AMDK dari merek berbeda yang diambil secara purposive sampling dari gerai ritel. Pemeriksaan menggunakan metode <em>Most Probable Number</em> seri 3-3-3, meliputi uji pendugaan pada <em>Lactose Broth</em>, uji penegasan pada <em>Brilliant Green Lactose Bile Broth</em>, serta uji pelengkap pada <em>Eosin Methylene Blue Agar</em> dan <em>MacConkey Agar</em> yang dilanjutkan pewarnaan Gram. Data dianalisis secara deskriptif, dilengkapi interval kepercayaan 95% metode skor Wilson dan uji eksak Fisher.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Sebanyak 7 dari 66 sampel positif tercemar Coliform, yaitu 10,6% (interval kepercayaan 95%: 5,2-20,3%), dengan indeks MPN 3 sampai 150 per 100 mL dan nilai tengah 4 per 100 mL. Lima sampel berada pada ambang deteksi metode dan satu sampel mencapai 150 per 100 mL. Enam dari tujuh sampel positif menghasilkan koloni berkilap hijau metalik pada <em>Eosin Methylene Blue Agar</em> disertai batang Gram negatif, sehingga diduga tercemar <em>Escherichia coli</em> (9,1%; interval kepercayaan 95%: 4,2-18,4%). Proporsi cemaran tidak berbeda bermakna dibandingkan laporan pada AMDK di wilayah lain (p = 1,000), tetapi lebih rendah secara bermakna dibandingkan air minum isi ulang (p &lt; 0,001).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Seluruh sampel positif tidak memenuhi baku mutu total Coliform sebesar 0 per 100 mL. Status kemasan tersegel tidak menjamin produk bebas cemaran, sehingga pengawasan mutu perlu diperluas hingga rantai distribusi dan penyimpanan di tingkat pengecer. Bagi praktik kefarmasian dan pelayanan kesehatan, temuan ini relevan karena AMDK lazim digunakan sebagai pelarut sediaan oral dan pendamping konsumsi obat.</p> Nurul Azmah Nikmatullah Rinda Aila Rifa’i Ratu Virgin Swindla Oktadio Erikardo Euis Purbasari Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-10-30 2026-10-30 5 3 227 241 10.56359/pharmgen.v5i3.1208 Penentuan Kadar Fenolik Total dan Flavonoid Total sebagai Senyawa Bioaktif pada Ekstrak Akar Valerian (Valeriana officinalis) https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1211 <p><strong>Pendahuluan:</strong> <em>Valeriana officinalis</em> L. merupakan tanaman obat yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber bahan baku herbal karena mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk fenolik dan flavonoid. Kandungan senyawa tersebut berkaitan dengan aktivitas antioksidan sehingga penetapan kadar fenolik total dan flavonoid total penting dilakukan sebagai bagian dari karakterisasi mutu ekstrak. Efektivitas ekstraksi dipengaruhi oleh polaritas pelarut dan metode ekstraksi yang digunakan. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar fenolik total dan flavonoid total ekstrak akar V. officinalis yang diperoleh melalui ekstraksi bertingkat menggunakan pelarut dengan tingkat polaritas berbeda serta menentukan pelarut yang menghasilkan kadar senyawa bioaktif tertinggi. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi akar V. officinalis dilakukan menggunakan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Kadar fenolik total ditentukan menggunakan metode Folin–Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar, sedangkan kadar flavonoid total ditentukan menggunakan metode kompleksasi AlCl₃ dengan kuersetin sebagai standar. Pengukuran dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis. Data disajikan dalam bentuk nilai rata-rata ± standar deviasi dan dianalisis berdasarkan kurva kalibrasi serta perbandingan kadar antar ekstrak. <strong>Hasil:</strong> Kurva kalibrasi asam galat menghasilkan persamaan y = 0,0227x − 0,3472 dengan R² = 0,9997. Kadar fenolik total ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol 96% berturut-turut sebesar 65,45 ± 0,32; 71,68 ± 0,20; dan 76,90 ± 0,36 mg GAE/g. Kurva kalibrasi kuersetin menghasilkan persamaan y = 0,0069x + 0,0875 dengan R² = 0,9998. Kadar flavonoid total berturut-turut sebesar 77,97 ± 0,32; 105,72 ± 0,75; dan 114,46 ± 0,24 mg QE/g. Etanol 96% menghasilkan kadar tertinggi. <strong>Kesimpulan:</strong> Etanol 96% merupakan pelarut paling efektif dalam menghasilkan ekstrak akar V. officinalis dengan kadar fenolik dan flavonoid tertinggi. Hasil ini dapat menjadi dasar pemilihan pelarut pada standardisasi ekstrak dan pengembangan bahan baku herbal dalam bidang kefarmasian.</p> Annysa Ellycornia Silvyana Ilham Alifiar Syuhada Syuhada Afifah Kusuma Vardhani Copyright (c) 2026 Annysa Ellycornia Silvyana, Ilham Alifiar, Syuhada Syuhada, Afifah Kusuma Vardhani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-30 2026-10-30 5 3 242 254 10.56359/pharmgen.v5i3.1211 Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sirih Cina (Peperomia pellucida) terhadap Cutibacterium acnes Menggunakan Metode Difusi Cakram https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1219 <p><strong>Pendahuluan:</strong><strong> </strong><em>Cutibacterium acnes </em>merupakan bakteri gram positif anaerob yang berperan dalam perkembangan jerawat. Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko resistensi, sehingga diperlukan alternatif berbahan alam. Daun sirih cina<em> (Peperomia pellucida) mengandung</em> senyawa bioaktif berpotensi memiliki aktivitas antibakteri.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih cina (<em>Peperomia pellucida</em>) terhadap <em>Cutibacterium acnes</em> serta menentukan konsentrasi yang memberikan daya hambat terbaik.</p> <p><strong>Metode</strong>: Penelitian eksperimental laboratorik dilakukan menggunakan metode difusi cakram. Daun sirih cina diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak diuji pada konsentrasi 25%, 35%, dan 45% terhadap <em>Cutibacterium acnes</em>. Clindamycin sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Aktivitas antibakteri ditentukan berdasarkan diameter zona hambat yang terbentuk dan dianalisis secara deskriptif.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Ekstrak etanol daun sirih cina menghasilkan rendemen sebesar 10,4%. Konsentrasi 25% dan 35% tidak menunjukkan zona hambat, sedangkan konsentrasi 45% menghasilkan zona hambat rata-rata 2,73 mm. Kontrol positif clindamycin menghasilkan zona hambat rata-rata 27,9 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Daun sirih cina menunjukkan aktivitas antibakteri <em>C</em><em>utibacterium acnes</em> pada konsentrasi 45%, tetapi aktivitasnya masih lebih rendah dibandingkan Clindamycin. Peneliti selanjutnya diperlu menggunakan metode pengujian yang lainnya.</p> Siti Fadila Makal Julia Megawati Djamal Febrianika Ayu Kusumaningtyas Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-10-30 2026-10-30 5 3 255 264 10.56359/pharmgen.v5i3.1219 Efektivitas Virologis dan Imunologis Regimen TLD serta Prediktor Supresi Viral Load pada Pasien HIV https://genius.inspira.or.id/index.php/pharmgen/article/view/1220 <p><strong>Pendahuluan: </strong><em>Human Immunodeficiency Virus</em> (HIV) memicu perburukan kekebalan tubuh yang ditandai oleh lonjakan replikasi virus dan penurunan populasi sel CD4. Regimen antiretroviral kombinasi Tenofovir, Lamivudine, dan Dolutegravir (TLD) direkomendasikan sebagai terapi lini pertama di Indonesia karena profil efikasi klinisnya yang superior dalam menghambat virus secara cepat dan kuat.</p> <p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas terapi antiretroviral kombinasi TLD berdasarkan parameter virologis (<em>viral load</em>) dan respons imunologis (CD4) pada pasien HIV di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, serta mengidentifikasi faktor prediktor capaian supresi virus tersebut.</p> <p><strong>Metode</strong>: Menggunakan desain observasional analitik melalui pendekatan kohort retrospektif (<em>before-after study</em>). Data diambil dari rekam medis pasien selama tahun 2025. Sebanyak 197 sampel diambil menggunakan teknik <em>total sampling</em> dengan kriteria inklusi penggunaan TLD minimal 6 bulan. Pasien berkomorbiditas berat dieksklusi. Analisis data meliputi uji univariat, bivariat (<em>Chi-Square</em>), dan multivariat (Regresi Logistik).</p> <p><strong>Hasil</strong>: Pengobatan TLD memberikan luaran virologis yang tinggi, di mana 96,4% pasien (n=190) berhasil mencapai supresi <em>viral load</em> (&lt;200 copies/mL) dengan penurunan agregat rata-rata dari 27.839,13 ke 1.090,29 copies/mL. Secara imunologis, 94,4% pasien (n=186) mencatat kenaikan rata-rata sel CD4 dari 361,08 ke 583,68 sel/mm³. Analisis multivariat menegaskan usia sebagai prediktor dominan. Pasien kelompok dewasa (31-45 tahun) dan dewasa akhir (46-55 tahun) memiliki peluang sukses berturut-turut sebesar 7,498 kali dan 11,448 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok usia yang lebih muda.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Regimen TLD sangat ampuh dalam menekan replikasi virus dan merestorasi fungsi sistem kekebalan tubuh pasien HIV. Tingkat kematangan usia merupakan penentu utama kesuksesan terapi yang berkaitan erat dengan konsistensi kepatuhan pengobatan.</p> Madelyne Yuliana Insanie Dini Permata Sari Tashya Dhela Maylinda Copyright (c) 2026 Pharmacy Genius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-10-30 2026-10-30 5 3 265 272 10.56359/pharmgen.v5i3.1220